Sukses adalah hak saya

Dengan usaha dan berdoa yang sungguh-sungguh, setiap orang berhak sukses.

Kerjasama mempermudah pekerjaan

Kerjasama memperingan pekerjaan, menumbuhkan sikap sosial dan kebersamaan.

Melatih bakat melalui berbagai bidang

Potensi siswa beraneka ragam, tidak bisa disamaratakan. Bakat harus dilatih dan dikembangkan sejak dini.

Belajar tidak hanya di dalam kelas

Ruang belajar tidak selalu di kelas. Alam adalam sumber belajar yang mengajarkan segalanya.

Modul Guru Penggerak






Guru Penggerak adalah guru-guru terbaik yang merasa memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki sistem pendidikan di negara ini. Keberadaan mereka diharapkan menjadi pemimpin pendidikan masa depan yang mampu membawa kelahiran generasi Indonesia yang unggul.


Link lengkap modul Guru Penggerak : 

Pembelajaran Berdiferensiasi

 

 


Setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama
maka perlu dilakukan pembelajaran Pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar

Kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi misalnya ketika proses pembelajaran guru menggunakan beragam cara agar murid dapat mengeksploitasi isi kurikulum, guru memberikan beragam kegiatan sehingga murid dapat mengerti dan memiliki informasi atau ide, serta guru memberikan beragam pilihan di mana murid dapat mendemonstrasikan apa yang mereka pelajari.

Beberapa hal yang dilakukan guru untuk melaksanakan pembelajaran berdeferensiasi misalnya

  1. Melakukan pemetaan kebutuhan belajar, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar untuk mengetahui hal tersebut bisa dilakukan dengan  wawancara, pengamatan, atau survey menggunakan angket.
  2. Merencanakan berdasarkan hasil pemetaan misalnya dengan mempersiapkan RPP, metode dan media pembelelajaran
  3. Mengevaluasi dan merefleksi proses pembelajaran.

Terdapat tiga strategi diferensiasi dalam pembelajaran diantaranya :

1.     Direfensiasi konten

Konten adalah apa yang kita ajarkan kepada murid. Guru perlu menyediakan bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan belajar murid.

2.     Diferensiasi proses

Proses mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa yang dipelajari.

3.     Diferensiasi produk

Produk adalah hasil pekerjaan siswa setelah selesai pembelajran

Gaya Belajar Siswa

 





Setiap siswa adalah unik, dari tiap tiap mereka memiliki gaya belajar masing-masing. Gaya belajar tersebut dapat dikelompokan menjadi 

1. Gaya belajar Audiotori adalah model di mana seseorang lebih cepat menyerap informasi melalui apa yang ia dengarkan

2. Gaya belajar Visual pembelajar dengan menyerap informasi dan belajar dari apa yang dilihat oleh mata.

3. Gaya belajar Kinestetik pembelajar yang menyerap informasi melalui berbagai gerakan fisik

Berpijak dari gaya belajar tersebut lalu apa ciri masing-masing? Berikut ini kami uraikan ke 3 ciri gaya belajar tersebut :

Ciri gaya belajar Audiotori :

1.      Lebih cepat menyerap informasi dengan mendengarkan 

2.      Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca 

3.      Senang membaca dengan keras dan mendengarkan 

4.      Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara. 

5.      Bagus dalam berbicara dan bercerita 

6.      Berbicara dengan irama yang terpola 

7.      Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat 

8.      Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar 

9.      Suka musik dan bernyanyi 

10.  Tidak bisa diam dalam waktu lama 

11.  Suka mengerjakan tugas kelompok

 

Ciri gaya belajar Visual:

1.      Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar.

2.      Suka mencoret-coret sesuatu,

3.      Lebih suka membaca daripada dibacakan 

4.      Rapi dan teratur 

5.      Mementingkan penampilan

6.      Teliti terhadap detail 

7.      Lebih memahami gambar dan bagan daripada instruksi tertulis 

 

Ciri Gaya belajar Kinestetik :

1.      Selalu berorientasi fisik dan banyak bergerak 

2.      Menanggapi perhatian fisik 

3.      Suka menggunakan berbagai peralatan dan media 

4.      Belajar melalui praktek

5.      Banyak menggunakan isyarat tubuh 

6.      Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama 

7.      Menyukai buku-buku yang berorientasi pada cerita 

8.      Kemungkinan tulisannya jelek 

9.      Ingin melakukan segala sesuatu 

10.  Menyukai permainan dan olah raga.

 

Diolah dari berbagai sumber

 

 

 

 

 

 

Menciptakan Budaya Positif Melalui Kesepakatan Kelas

 


Pembentukan karakter bagi peserta didik sangalah penting. Proses pembelajaran tidak hanya transfer ilmu secara teori akan tetapi lebih pada penanaman karakter siswa. Karakter positif sangat di harapkan dapat tertanam pada diri siswa. Pembiasaaan -pembiasaan positif pada peserta didik akan menjadi sebuah karakter yang positif. Dari karakter- karakter positif tersebut nantinya akan menjadi sebuah budaya yaitu budaya positif.

Budaya positif disekolah dapat dimulai melalui budaya positif kelas, budaya positif di kelas dapat dimunculkan melalui kesepakatan kelas.

Adapun langkah-langkah dalam membuat kesepakatan kelas sebagai berikut:

  1. Guru mengkondisikan kelas
  2. Setiap siswa dapat mengemukakan ide, impian, keinginan dan harapan mereka.
  3. Siswa dapat  mencurahkan kondisi ideal kelas yang mereka impikan.
  4. Siswa menuliskan kelas impian dan harapan mereka dalam kertas.
  5. Setiap siswa menempelkan kertas berisi kelas impian mereka
  6. Siswa bersama guru membahas impian-impian setiap peserta didik dan mencari kesamaannya.
  7. Guru dan siswa menyepakati impian yang dianggap urgen untuk dijadikan kesepakatan kelas.

Manfaat Internet Bagi Siswa



Menurut wikipedia Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
Saat ini internet bukanlah hal asing lagi bagi kita, bahkan anak-anak kecilpun bisa dengan mudahnya mengakses internet baik dari tablet, hp ataupun komputer.

Ada begitu banyak manfaat internet bagi siswa diantaranya : 
1. Memperluas wawasan dan pengetahuanDi internet apapun bisa kita cari, apalagi dengan adanya mesin pencari yang canggih seperti google.

2. Sebagai Sarana Komunikasi
Komunikasi tidak hanya antar orang di dalam suatu daerah saja. Kita kembali dapat memanfaatkan Internet sebagai ajang sarana komunikasi. Sarana Komunikasi yang disediakan di dalam Internet biasanya berbentuk Text Chat dan Video Chat. Contohnya seperi melalui skype, email dan lain sebagainya.

3. Sarana Pembelajaran secara Online
Semakin hari, semakin banyak Sekolah yang memberikan kenyamanan akses untuk muridnya belajar secara Online. Seperti salah satunya menggunakan soal online yang dapat langsung dikerjakan oleh siswa baik melalui web ataupun blog.
 
4.Media untuk saling Bertukar Informasi
Bertukar informasi di dalam Internet sangatlah mudah, tinggal klik, klik dan klik saja sudah cukup untuk semuanya. Bertukar informasi ini bisa kalian gunakan untuk bertukar macam-macam materi sekolah yang berbentuk file/folder untuk dibagikan kepada teman-teman kalian.

LOKAKARYA 7 GURU PENGGERAK ANGKATAN KE 4

 


A.   Tujuan & Tema

Tujuan kegiatan lokakarya 7 adalah :

CGP mampu menjelaskan evaluasi program yang dibuat di lokakarya 6

CGP mampu menjelaskan hasil praktek baik di lingkungan belajar sekolah

CGP mampu menyatakan ide untuk program selanjutnya Tema : Festival Panen Hasil Belajar

 

B.   Waktu Kegiatan

Kegiatan lokakarya ketujuh dilaksanakan pada :

Hari      

: Jum’at - Sabtu

Tanggal 

: 14 – 15 Oktober 2022

Waktu  

: Hari 1 (14 Oktober 2022) Pkl. 14.00 s/d 17.30 WIB

             

  Hari 2 (15 Oktober 2022) Pkl 07.30 s/d 12.00 WIB

Tempat 

: Hotel Dwangsa Lor In Surakarta, Lorin resident C 57, Gonilan, Kec. Kartasura,

Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah



 

C.   Peserta kegiatan

Hari 1 :

Kegiatan Lokakarya Ketujuh (Kelas Belajar) diikuti 1 kelas dengan 3 PP,20 CGP, serta tim dari BBGP Prop Jateng. Jumlah Peserta secara rinci terlampir.   

Hari 2 :

 Kegiatan festival hasil panen belajar dihadiri oleh CGP, Kepala Sekolah, Pengawas Dinas, Komunitas Praktisi

 

D.   Agenda kegiatan 

1. Pembukaan & Penjelasan Tujuan Lokakarya

2. Kelas Belajar Calon Guru Penggerak

3. Pameran Hasil Program

4. Kelas Berbagi Calon Guru Penggerak

 

E.   Indikator Keberhasilan

  CGP mampu menganalisa penerapan program yang dibuat dilokakarya 6

  CGP mampu mengidentifikasi hasil praktek baik dilingkungan belajar sekolah CGP mampu menyatakan ide untuk program selanjutnya

 

 


 

F.    Produk yang dihasilkan

- Analisis hasil evaluasi program yang dibuat dilokakarya 6

- Analisis evaluasi program pelatihan CGP - Praktik Baik dilingkungan belajar sekolah

- ide program selanjutnya

LOKAKARYA 6 GURU PENGGERAK ANGKATAN KE 4

 



Kegiatan lokakarya 6 dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juni 2022 di Hotel Swisbell Solo Kota Surakarta. Kegiatan Lokakarya ini di ikuti 3 Kelompok CGP. Kelompok 1 ada  6 CGP, kelompok 2 ada 7 CGP dan kelompok 3 ada 6 CGP yang di dampingi oleh pengajar praktik dan tim supervisi dari P4TK Matematika Yogyakarta

Kegiatan Lokakarya dimulai tepat pukul 08.00 di salah satu ruang di Hotel Swiss Bell Solo. Dalam satu kelas terdapat 3 kelompok.. Satu kelompok  berisi CGP Antara 6-7 orang. Pada sesi ini tiap kelompok CGP didampingi oleh Pengajar Pratik masing-masing. Pada awal sesi diadakan Ice Breaking & Perkenalan Pengajar Praktik secara klasikal yang dipimpin oleh salah satu PP yaitu Subkhi Widyatmoko. Baru setelah itu tiap kelompok CGP didampingi oleh PP masing.




Penganatar Lokakarya penjelasan Tujuan dan Kesepakatan Belajar , bercerita potensi-potensi yang dimiliki oleh sekolah masing-masing, berdiskusi tentang rencana program yang berdampak pada murid, menyusun rancangan program, menyusun manajemen risiko program, menyusun rencana monitoring dan evaluasi serta pengumuman pelaksanaan lokakarya selanjutnya.

            Pada saat pukul 14.45 – jam 15.00 diadakan acara Penutupan, Refleksi dan foto bersama. Kegiatan dipimpin oleh salah satu PP. Agenda Lokakarya 6 dari awal sampai akhir alhamdulilah berjalan dengan lancar sesuai tujuan yang diharapkan

FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA

 


Ki Hajar Dewantara dilahirkan pada hari kamis tanggal 2 Mei 1889. Karena keluarga besar beliau merupakan keturunan pangeran Kadipaten Puro Pakualaman yang notabenenya adalah seorang ningrat, maka nama lengkapnya menjadi Raden Mas Soewardi Soejaningrat.Pada tahun 1959 atas jasa-jasanya dalam mengembangkan pendidikan di IndonesiaKi Hadjar Dewantara dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional

Pemikiran atau filosofi KHD mengenai pendidikan antaralain :

  1. Anak bukanlah kertas kosong, guru tugasnya menebalkanya
  2. Pembelajaran menggunakan sistem among sehingga siswa sebagai pusat pembelajaran
  3. Guru memberikan kebebasan pada anak dalam memilih gaya belajar
  4. Kodrat alamiah anak adalah senang bermain, jadi pembelajaran harus diselipi dengan permainan
  5. Trilogi pendidikan : Ing ngarso sung tulodo (didepan harus sebagai teladan), Ing madyo mangun karso (di tengah memberi semngat) Tut wuri handayani (di belakang harus bisa mengarahkan)
  6. Menyepakati pembelajaran yang diinginkan anak anak dengan diagnosis 
  7. Setiap anak memiliki keunikan, potensi masing masing
  8. Kodrat alam dan kodrat zaman
  9. Pendidikan adalah tempat persemaian kebudayaan

Apakah Pendidikan Karakter itu....?



1.  Pendidikan Karakter Menurut Lickona

Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

2.  Pendidikan Karakter Menurut Suyanto

Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.

3.  Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya

Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).

4.  Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi

Menurut  kamus psikologi, karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).

Sumber : http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-karakter/

18 PENDIDIKAN KARAKTER

Pendidikan Karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Menurut Diknas terdapat 18 nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya karate bangsa.Nilai-nilai tersebut adalah :

1. Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Jujur

Perilaku yang menjadikan seseorang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan terhadap agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4. Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

6. Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Mandiri

Perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8. Demokratis

Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9. Rasa Ingin Tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

12. Menghargai Prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13. Bersahabat/Komunikatif

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

14. Cinta Damai

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

15. Gemar Membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17. Peduli Sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung Jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.