CARA DAFTAR PUPNS
1.Buka alamat PUPNS di http://pupns.bkn.go.id/
2.Klik register untuk mendaftar
3.Klik Daftar kemudian isikan NIP baru otomastis akan muncul nama dan instansi kerja selanjutnya masukan alamat e-mail anda yang masih aktif kemudian klik lanjut
4.Selanjutnya lengkapi form regestrasi yang kedua.Isikan kata kunci/pasword minimal 8 karakter,ketik ulang di konfirmasi kata kunci.selanjutnya ketik nama ibu kandung,selanjutnya pertanyaan pengaman pilih yang paling cocok misalnya"dimanakah tempat lahir saya?"isikan jawabanya di form jawaban kemudian masukan kode yang tersemat biasanya berupa angka jika sudah terisi semua klik registrasi
5.Jika langkah yang ada isikan sesuai maka akan muncul Regestrasi Sukses.Maka Pendaftaran PUPNS selesai........
6.Jika ada kendala dalam regestrasi anda bisa hubungi saya di 085726732401 semoga bermanfaat...
2.Klik register untuk mendaftar
3.Klik Daftar kemudian isikan NIP baru otomastis akan muncul nama dan instansi kerja selanjutnya masukan alamat e-mail anda yang masih aktif kemudian klik lanjut
4.Selanjutnya lengkapi form regestrasi yang kedua.Isikan kata kunci/pasword minimal 8 karakter,ketik ulang di konfirmasi kata kunci.selanjutnya ketik nama ibu kandung,selanjutnya pertanyaan pengaman pilih yang paling cocok misalnya"dimanakah tempat lahir saya?"isikan jawabanya di form jawaban kemudian masukan kode yang tersemat biasanya berupa angka jika sudah terisi semua klik registrasi
5.Jika langkah yang ada isikan sesuai maka akan muncul Regestrasi Sukses.Maka Pendaftaran PUPNS selesai........
6.Jika ada kendala dalam regestrasi anda bisa hubungi saya di 085726732401 semoga bermanfaat...
Cara Pasang Kotak Komentar Facebook di Blog Blogspot
Cara memasang kolom atau Kotak Komentar Facebook (Facebook Comment Box) di Blog Blogspot sangat mudah. Kodenya sudah disediakan Facebook.
Ini cara paling mudah menampilkan kolom komentar yang bisa dishare langsung ke Facebook oleh Anda atau pengunjung.
Anda bisa "ambil" kode kotak komentar FB itu di sini: Facebook Developer.
Jika gagal, Anda bisa gunakan kode-kode di bawah ini yang digunakan CONTOHBLOG --namun hanya muncul di halaman posting ini saja, sekadar buat contoh dan bukti sukses :)
Ini cara paling mudah menampilkan kolom komentar yang bisa dishare langsung ke Facebook oleh Anda atau pengunjung.
Anda bisa "ambil" kode kotak komentar FB itu di sini: Facebook Developer.
Jika gagal, Anda bisa gunakan kode-kode di bawah ini yang digunakan CONTOHBLOG --namun hanya muncul di halaman posting ini saja, sekadar buat contoh dan bukti sukses :)
Cara Mudah & Cepat Pasang Kotak Komentar Facebook di Blog Blogspot
1. Dashboard --> Template -->Edit HTML
2. Cari (CRTL+F) kode <body> atau yang semisalnya. Soalnya ada juga template yang kode body-nya ity kaya gini <body exp.... bla bla.... > .
3. Copy + Paste kode berikut ini di bawah kode <body> tadi.
4. Copy kode berikut ini dan simpan (Paste) tepat di bawah kode <div class='post-footer-line post-footer-line-3'> atau di bawah kode <div class='comments' id='comments'>. Jika ada dua kode begitu di template blog Anda, simpan di bawah kode yang kedua.
Catatan:
Ganti http://contohblognih.blogspot.com/2014/02/cara-pasang-kotak-komentar-facebook-di.html
6. Save Template!
LANGKAH PERTAMA
1. Login ke akun Facebook Anda
2. Buat dulu ID Aplikasinya di Facebook App.
3. Klik “Create New App”.
4. Ikuti langkah berikutnya dan masukkan alamat blog di “App Domain”.
5. Masukkan juga alamat blog di bagian “Select how your app integrates with Facebook”, klik “Website”, masukkan "full url" seperti http://contohblognih.blogspot.com
6. Klik “Save Changes”.
Catatan:
LANGKAH KEDUA
1. Template > Edit HTML
Tapi, jika hanya sedikit, bahkan tidak ada sama sekali yang komentar di kotak komentar Facebook itu, maka sebaiknya LEPAS saja, karena hanya memperlambat loading blog Anda dan ini artinya justru mengurangi SEO Blog --Google suka banget blog yang Fast Loading!
Good Luck and Happy Blogging....!
Ayo, gabung dengan Forum Blogger Indonesia untuk saling berbagi, tuker link, dan saling mempromosikan blog!
<div id='fb-root'/>
<script src='http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1'/>
<script src='http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1'/>
4. Copy kode berikut ini dan simpan (Paste) tepat di bawah kode <div class='post-footer-line post-footer-line-3'> atau di bawah kode <div class='comments' id='comments'>. Jika ada dua kode begitu di template blog Anda, simpan di bawah kode yang kedua.
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<div style='margin-top:20px'>
<div class='fb-comments' data-num-posts='5' data-width='600' expr:data-href='data:blog.url'/>
</div>
</b:if>
<div style='margin-top:20px'>
<div class='fb-comments' data-num-posts='5' data-width='600' expr:data-href='data:blog.url'/>
</div>
</b:if>
Catatan:
- Angka 600 di atas adalah lebar kotak komentar Facebook. Sesuaikan dengan lebar text area blog Anda.
- Bisa juga kode tersebut diletakkan di bawah kode yang digunakan untuk Related Posts (<div class='related posts'> ... dst.. sampai kode penutup </div>)
JIKA hanya ingin menampilkan kotak komentar Facebook di halaman tertentu, seperti yang CB punya yang hanya muncul di posting ini, maka gunakan kode berikut ini (ada tambahan yang warna merah).
<div class='post-footer-line post-footer-line-3'>
<b:if cond='data:blog.url == "http://contohblognih.blogspot.com/2014/02/cara-pasang-kotak-komentar-facebook-di.html"'>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<div style='margin-top:20px'>
<div class='fb-comments' data-num-posts='5' data-width='600' expr:data-href='data:blog.url'/>
</div>
</b:if>
</b:if>
Ganti http://contohblognih.blogspot.com/2014/02/cara-pasang-kotak-komentar-facebook-di.html
dengan permalink atau url posting/page yang akan memunculkan kotak komentar Facebook
CARA KEDUA
Jika cara pasang kotak komentar Facebook di atas gagal alias 'gak muncul, maka coba cara "lebih rumit" berikut ini:LANGKAH PERTAMA
1. Login ke akun Facebook Anda
2. Buat dulu ID Aplikasinya di Facebook App.
3. Klik “Create New App”.
4. Ikuti langkah berikutnya dan masukkan alamat blog di “App Domain”.
5. Masukkan juga alamat blog di bagian “Select how your app integrates with Facebook”, klik “Website”, masukkan "full url" seperti http://contohblognih.blogspot.com
6. Klik “Save Changes”.
Catatan:
- Simpan ID Aplikasi Facebook Anda yang berupa angka --yang muncul setelah tahap "Create New App".
- Untuk moderasi komentar yang masuk nantinya, buka saja FB Tools Comments.
LANGKAH KEDUA
1. Template > Edit HTML
2. Copy & Paste kode berikut ini di bawah kode <head>.
Ubah YOUR_APPLICATION_ID dengan "kepunyaan" Anda yang sudah didapat di langkah pertama.
<meta property="fb:app_id" content="YOUR_APPLICATION_ID"/>
3. Temukan kode <div class='post-footer-line post-footer-line-2'> dan Copas kode berikut ini di bawahnya:
4. Temukan kode <div class='post-footer-line post-footer-line-3'> dan Copas kode berikut ini di bawahnya:
3. Temukan kode <div class='post-footer-line post-footer-line-2'> dan Copas kode berikut ini di bawahnya:
<b:if cond='data:post.isFirstPost'> <script>(function(d){ var js, id = 'facebook-jssdk'; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement('script'); js.id = id; js.async = true; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"; d.getElementsByTagName('head')[0].appendChild(js); }(document));</script> </b:if> <a expr:href='data:post.url + "#fb-root"'><fb:comments-count expr:href='data:post.canonicalUrl'/> comments</a>
4. Temukan kode <div class='post-footer-line post-footer-line-3'> dan Copas kode berikut ini di bawahnya:
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'> <div id='fb-root'/> <script>(function(d){ var js, id = 'facebook-jssdk'; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement('script'); js.id = id; js.async = true; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"; d.getElementsByTagName('head')[0].appendChild(js); }(document));</script> <div style='margin: 20px 0 0 0;'><fb:comments colorscheme='light' expr:href='data:post.canonicalUrl' expr:title='data:post.title' expr:xid='data:post.id' width='600'/></div> </b:if>
* Sesuaikan lebar kotak width='600' dengan lebar main area blog Anda atau biarkan begitu, biasanya lebar singla page blog memang segituan.
5. Save Template! Beres.....!
5. Save Template! Beres.....!
Kotak Komentar Facebok Ini, Bagus Tidak Buat SEO Blog?
Kotak Komentar Facebook di Blog bisa bagus buat SEO, jika banyak --bahkan kebanyakan-- pengunjung Anda komentar di sana dan di-share ke akun Facebooknya.Tapi, jika hanya sedikit, bahkan tidak ada sama sekali yang komentar di kotak komentar Facebook itu, maka sebaiknya LEPAS saja, karena hanya memperlambat loading blog Anda dan ini artinya justru mengurangi SEO Blog --Google suka banget blog yang Fast Loading!
Good Luck and Happy Blogging....!
Ayo, gabung dengan Forum Blogger Indonesia untuk saling berbagi, tuker link, dan saling mempromosikan blog!
SUMBER :
http://contohblognih.blogspot.com/2014/02/cara-pasang-kotak-komentar-facebook-di.html
Penerapan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran
Penerapan pendidikan karakter dilaksanakan dengan menggunakan strategi yang tepat. Strategi yang tepat adalah strategi yang menggunakan pendekatan kontekstual. Alasan penggunaan strategi kontekstual adalah bahwa strategi tersebut dapat mengajak siswa menghubungkan atau mengaitkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata. Dengan dapat mengajak menghubungkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata, berati siswa diharapkan dapat mencari hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan itu, siswa lebih memiliki hasil yang komprehensif tidak hanya pada tataran kognitif (olah pikir), tetapi pada tataran afektif (olah hati, rasa, dan karsa), serta psikomotor (olah raga) (Puskur, 2011 : 8).
Adapun beberapa strategi pembelajaran kontekstual antara lain (a) pembelajaran berbasis masalah, (b) pembelajaran kooperatif, (c) pembelajaran berbasis proyek, (d) pembelajaran pelayanan, dan (e) pembelajaran berbasis kerja. Puskur (2011 : 9) menjelaskan bahwa kelima strategi tersebut dapat memberikan nurturant effect pengembangan karakter siswa, seperti: karakter cerdas, berpikir terbuka, tanggung jawab, rasa ingin tahu.
Pengembangan budaya sekolah dilakukan melalui kegiatan pengembangan diri, yaitu kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan, pengkondisian. Adapun hal-hal tersebut dijelaskan lebih rinci sebagai berikut :
a. Kegiatan rutin
Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang rutin atau ajeg dilakukan setiap saat. Kegiatan rutin dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan siswa secara terus menerus dan konsisten setiap saat (Puskur, 2011: 8). Beberapa contoh kegiatan rutin antara lain kegiatan upacara hari Senin, upacara besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan, piket kelas, shalat berjamaah, berbaris ketika masuk kelas, berdoa sebelum pelajaran dimulai dan diakhiri, dan mengucapkan salam apabila bertemu guru, tenaga pendidik, dan teman.
b. Kegiatan spontan
Kegiatan spontan dapat juga disebut kegiatan insidental. Kegiatan ini dilakukan secara spontan tanpa perencanaan terlebih dahulu. Contoh kegiatan ini adalah mengumpulkan sumbangan ketika ada teman yang terkena musibah atau sumbangan untuk masyarakat ketika terjadi bencana.
c. Keteladanan
Keteladanan merupakan sikap “menjadi contoh”. Sikap menjadi contoh merupakan perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan dan siswa dalam memberikan contoh melalui tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi siswa lain (Puskur, 2011: 8). Contoh kegiatan ini misalnya guru menjadi contoh pribadi yang bersih, rapi, ramah, dan supel.
d. Pengkondisian
Pengkondisian berkaitan dengan upaya sekolah untuk menata lingkungan fisik maupun nonfisik demi terciptanya suasana mendukung terlaksananya pendidikan karakter. Kegiatan menata lingkungan fisik misalnya adalah mengkondisikan toilet yang bersih, tempat sampah, halaman yang hijau dengan pepohonan, poster kata-kata bijak yang dipajang di lorong sekolah dan di dalam kelas (Puskur, 2011: 8). Sedangkan pengkondisian lingkungan nonfisik misalnya mengelola konflik antar guru supaya tidak menjurus kepada perpecahan, atau bahkan menghilangkan konflik tersebut.
3. Kegiatan ko-kurikuler dan atau kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan ko dan ekstra kurikuler merupakan kegiatan-kegiatan di luar kegiatan pembelajaran. Meskipun di luar kegiatan pembelajaran, guru dapat juga mengintegrasikannya dalam pembelajaran. Kegiatan-kegiatan ini sebenarnya sudah mendukung pelaksanaan pendidikan karakter. Namun demikian tetap diperlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik atau merevitalisasi kegiatan-kegiatan ko dan ekstra kurikuler tersebut agar dapat melaksanakan pendidikan karakter kepada siswa.
4. Kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat
Kegiatan ini merupakan kegiatan penunjang pendidikan karakter yang ada di sekolah. rumah (keluarga) dan masyarakat merupakan partner penting suksesnya pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah. pelaksanaan pendidikan karakter sebaik apapun, kalau tidak didukung oleh lingkungan keluarga dan masyarakat akan sia-sia. Dalam kegiatan ini, sekolah dapat mengupayakan terciptanya keselarasan antara karakter yang dikembangkan di sekolah dengan pembiasaan di rumah dan masyarakat (Puskur, 2011: 8).
Sumber : https://nurwijayantoz.wordpress.com/pendidikan-4/upaya-mendisiplinkan-siswa-melalui-pendidikan-karakter/
PERMENDIKBUD KURIKULUM 2013
Dalam kurikulum 13 segala kegiatanya diatur dalam Permendikbud. Berikut ini daftar Permendikbud yang dipakai dalam Kurikulum 2013
NO
|
PERMENDIKBUD
|
1
|
Permendikbud No. 34 Tahun 2014 tentang Pembelian Buku Kurikulum 2013 oleh Sekolah |
2
|
Permendikbud
No. 38 Tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk
Sekolah Dasar
|
3
|
Permendikbud
No. 40 Tahun 2014 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah
Menengah Atas Luar Biasa
|
4
|
Permendikbud
No. 51 Tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk
Sekolah Menengah Atas Luar Biasa
|
5
|
Permendikbud
No. 53 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pembelian Buku Kurikulum 2013 oleh
Sekolah
|
6
|
Permendikbud
No. 57 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
|
7
|
Permendikbud
No. 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah
Tsanawiyah
|
8
|
Permendikbud
No. 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah
Aliyah
|
9
|
Permendikbud No. 60 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah
Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
|
10
|
Permendikbud No. 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
|
11
|
Permendikbud No. 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler
pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
|
12
|
Permendikbud
No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan
Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
|
13
|
Permendikbud No. 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan
Menengah
|
14
|
Permendikbud No. 65 Tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan
Buku Panduan Guru Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan Pendidikan Menengah yang
Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Pembelajaran
|
15
|
Permendikbud No. 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru Teknologi
Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan
Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013
|
16
|
Permendikbud No. 78 Tahun 2014 tentang Tatacara Pembayaran Buku
Kurikulum 2013 Oleh Sekolah yang Dibiayai Dana Bantuan Operasional Sekolah
dan Bantuan Sosial Buku
|
17
|
Permendikbud
No. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013
|
18
|
Permendikbud No. 98 Tahun 2014 tentang Standar Kualifikaso Akademik dan
Kompetensi Penilik
|
19
|
Permendikbud No. 100 Tahun 2014 tentang Penyediaan Buku
Kurikulum 2013 Semester II Tahun Ajaran 2014/2015
|
20
|
Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Dikdasmen
|
21
|
Permendikbud
No. 104 Tahun 2014 tentang
Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah
|
22
|
Permendikbud No. 105 Tahun 2014 tentang Pendampingan Pelaksanaan
Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
|
23
|
Permendikbud
No. 107 Tahun 2014 tentang Konversi Nilai Hasil Belajar dan Matrikulasi Mata
Pelajaran Bagi Peserta Didik dari Sistem Pendidikan Negara Lain atau Sistem
Pendidikan Internasional ke dalam Sistem Pendidikan Nasional pada Jenjang Dikdasmen
|
24
|
Permendikbud No. 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan pada Dikdasmen
|
25
|
Permendikbud No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum
Tahun 2006 dan Kurikulum 2013
|
Pendidikan dan Perkembangan jaman
Dalam era globalisasi seperti saat ini membuat dunia tanpa batas,
kemajuan teknologi informasi telah mengubah semua aspek dalam kehidupan
manusia, tak terkecuali dunia pendidikan. Menurut Wikipedia Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainya.
Guru sebagai garda terdepan dalam pendidikan harus tanggap dan aktif dengan
perkembangan yang ada. Dalam kenyataan yang ada banyak sekali guru yang buta
“IT”. Seperti tidak bisa menggunakan komputer, tidak tau internet dan
sebagainya. Alhasil, mereka
pun mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan penggunaan iptek ke dalam proses
pembelajaran.
Padahal banyak sekali hal positif yang dapat dimanfaatkan guru dari
internet apalagi untuk bidang studi yang membutuhkan referensi terbaru mengenai
perkembangan terkini seperti sains. Guru juga akan menemukan banyak hal-hal
baru mengenai metode pembelajaran, gambar, video, media pembelajaran terbaru
yang dapat diterapkan dalam kelas,
Guru sebagai seorang pendidik hendaknya harus terus belajar mengikuti
perkembangan teknologi. Sertifikasi yang
diberikan pemerintah hendaknya digunakan untuk peningkatan ke profesionalanya
yang menyangkut bidangnya sebagai pendidik.Tidak ada kata terlambat dalam
belajar , berapapun usianya.Hal ini karena sudah menjadi tuntutan pekerjaan.
Menghadapi perkembangan zaman yang ada proses pembelajaran hendaknya mengedepankan
siswa aktif dan berfikir kreatif. Bahkan
tidak hanya dalam bidang pengetahuan saja namun sikap dan ketrampilan pun perlu
diolah. Percuma kalau hanya pandai dalam segi pengetahuan tapi tidak memiliki
sikap yang baik. Melihat realita yang ada di masyarakat banyak sekali sikap
siswa yang menyimpang. Ditambah lagi pengaruh negatif dari lingkungan, TV dan
internet. Hal ini menjadi tantangan berat bagi insan pendidikan untuk
menghadapi tantangan jaman.






