Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Pembelajaran Berdiferensiasi

 

 


Setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama
maka perlu dilakukan pembelajaran Pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar

Kelas yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi misalnya ketika proses pembelajaran guru menggunakan beragam cara agar murid dapat mengeksploitasi isi kurikulum, guru memberikan beragam kegiatan sehingga murid dapat mengerti dan memiliki informasi atau ide, serta guru memberikan beragam pilihan di mana murid dapat mendemonstrasikan apa yang mereka pelajari.

Beberapa hal yang dilakukan guru untuk melaksanakan pembelajaran berdeferensiasi misalnya

  1. Melakukan pemetaan kebutuhan belajar, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar untuk mengetahui hal tersebut bisa dilakukan dengan  wawancara, pengamatan, atau survey menggunakan angket.
  2. Merencanakan berdasarkan hasil pemetaan misalnya dengan mempersiapkan RPP, metode dan media pembelelajaran
  3. Mengevaluasi dan merefleksi proses pembelajaran.

Terdapat tiga strategi diferensiasi dalam pembelajaran diantaranya :

1.     Direfensiasi konten

Konten adalah apa yang kita ajarkan kepada murid. Guru perlu menyediakan bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan belajar murid.

2.     Diferensiasi proses

Proses mengacu pada bagaimana murid akan memahami atau memaknai apa yang dipelajari.

3.     Diferensiasi produk

Produk adalah hasil pekerjaan siswa setelah selesai pembelajran

Gaya Belajar Siswa

 





Setiap siswa adalah unik, dari tiap tiap mereka memiliki gaya belajar masing-masing. Gaya belajar tersebut dapat dikelompokan menjadi 

1. Gaya belajar Audiotori adalah model di mana seseorang lebih cepat menyerap informasi melalui apa yang ia dengarkan

2. Gaya belajar Visual pembelajar dengan menyerap informasi dan belajar dari apa yang dilihat oleh mata.

3. Gaya belajar Kinestetik pembelajar yang menyerap informasi melalui berbagai gerakan fisik

Berpijak dari gaya belajar tersebut lalu apa ciri masing-masing? Berikut ini kami uraikan ke 3 ciri gaya belajar tersebut :

Ciri gaya belajar Audiotori :

1.      Lebih cepat menyerap informasi dengan mendengarkan 

2.      Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca 

3.      Senang membaca dengan keras dan mendengarkan 

4.      Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara. 

5.      Bagus dalam berbicara dan bercerita 

6.      Berbicara dengan irama yang terpola 

7.      Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat 

8.      Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar 

9.      Suka musik dan bernyanyi 

10.  Tidak bisa diam dalam waktu lama 

11.  Suka mengerjakan tugas kelompok

 

Ciri gaya belajar Visual:

1.      Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar.

2.      Suka mencoret-coret sesuatu,

3.      Lebih suka membaca daripada dibacakan 

4.      Rapi dan teratur 

5.      Mementingkan penampilan

6.      Teliti terhadap detail 

7.      Lebih memahami gambar dan bagan daripada instruksi tertulis 

 

Ciri Gaya belajar Kinestetik :

1.      Selalu berorientasi fisik dan banyak bergerak 

2.      Menanggapi perhatian fisik 

3.      Suka menggunakan berbagai peralatan dan media 

4.      Belajar melalui praktek

5.      Banyak menggunakan isyarat tubuh 

6.      Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama 

7.      Menyukai buku-buku yang berorientasi pada cerita 

8.      Kemungkinan tulisannya jelek 

9.      Ingin melakukan segala sesuatu 

10.  Menyukai permainan dan olah raga.

 

Diolah dari berbagai sumber

 

 

 

 

 

 

Manfaat Internet Bagi Siswa



Menurut wikipedia Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
Saat ini internet bukanlah hal asing lagi bagi kita, bahkan anak-anak kecilpun bisa dengan mudahnya mengakses internet baik dari tablet, hp ataupun komputer.

Ada begitu banyak manfaat internet bagi siswa diantaranya : 
1. Memperluas wawasan dan pengetahuanDi internet apapun bisa kita cari, apalagi dengan adanya mesin pencari yang canggih seperti google.

2. Sebagai Sarana Komunikasi
Komunikasi tidak hanya antar orang di dalam suatu daerah saja. Kita kembali dapat memanfaatkan Internet sebagai ajang sarana komunikasi. Sarana Komunikasi yang disediakan di dalam Internet biasanya berbentuk Text Chat dan Video Chat. Contohnya seperi melalui skype, email dan lain sebagainya.

3. Sarana Pembelajaran secara Online
Semakin hari, semakin banyak Sekolah yang memberikan kenyamanan akses untuk muridnya belajar secara Online. Seperti salah satunya menggunakan soal online yang dapat langsung dikerjakan oleh siswa baik melalui web ataupun blog.
 
4.Media untuk saling Bertukar Informasi
Bertukar informasi di dalam Internet sangatlah mudah, tinggal klik, klik dan klik saja sudah cukup untuk semuanya. Bertukar informasi ini bisa kalian gunakan untuk bertukar macam-macam materi sekolah yang berbentuk file/folder untuk dibagikan kepada teman-teman kalian.

FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA

 


Ki Hajar Dewantara dilahirkan pada hari kamis tanggal 2 Mei 1889. Karena keluarga besar beliau merupakan keturunan pangeran Kadipaten Puro Pakualaman yang notabenenya adalah seorang ningrat, maka nama lengkapnya menjadi Raden Mas Soewardi Soejaningrat.Pada tahun 1959 atas jasa-jasanya dalam mengembangkan pendidikan di IndonesiaKi Hadjar Dewantara dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional

Pemikiran atau filosofi KHD mengenai pendidikan antaralain :

  1. Anak bukanlah kertas kosong, guru tugasnya menebalkanya
  2. Pembelajaran menggunakan sistem among sehingga siswa sebagai pusat pembelajaran
  3. Guru memberikan kebebasan pada anak dalam memilih gaya belajar
  4. Kodrat alamiah anak adalah senang bermain, jadi pembelajaran harus diselipi dengan permainan
  5. Trilogi pendidikan : Ing ngarso sung tulodo (didepan harus sebagai teladan), Ing madyo mangun karso (di tengah memberi semngat) Tut wuri handayani (di belakang harus bisa mengarahkan)
  6. Menyepakati pembelajaran yang diinginkan anak anak dengan diagnosis 
  7. Setiap anak memiliki keunikan, potensi masing masing
  8. Kodrat alam dan kodrat zaman
  9. Pendidikan adalah tempat persemaian kebudayaan

Apakah Pendidikan Karakter itu....?



1.  Pendidikan Karakter Menurut Lickona

Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

2.  Pendidikan Karakter Menurut Suyanto

Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.

3.  Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya

Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).

4.  Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi

Menurut  kamus psikologi, karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).

Sumber : http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-karakter/

18 PENDIDIKAN KARAKTER

Pendidikan Karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Menurut Diknas terdapat 18 nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya karate bangsa.Nilai-nilai tersebut adalah :

1. Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Jujur

Perilaku yang menjadikan seseorang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan terhadap agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4. Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

6. Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Mandiri

Perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8. Demokratis

Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9. Rasa Ingin Tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

12. Menghargai Prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13. Bersahabat/Komunikatif

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

14. Cinta Damai

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

15. Gemar Membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17. Peduli Sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung Jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

CARA DAFTAR PUPNS

1.Buka alamat PUPNS di http://pupns.bkn.go.id/

2.Klik register untuk mendaftar




3.Klik Daftar kemudian isikan NIP baru otomastis akan muncul nama dan instansi kerja selanjutnya masukan alamat e-mail anda yang masih aktif kemudian klik lanjut

4.Selanjutnya lengkapi form regestrasi yang kedua.Isikan kata kunci/pasword minimal 8 karakter,ketik ulang di konfirmasi kata kunci.selanjutnya ketik nama ibu kandung,selanjutnya pertanyaan pengaman pilih yang paling cocok misalnya"dimanakah tempat lahir saya?"isikan jawabanya di form jawaban kemudian masukan kode yang tersemat biasanya berupa angka jika sudah terisi semua klik registrasi

5.Jika langkah yang ada isikan sesuai maka akan muncul Regestrasi Sukses.Maka Pendaftaran PUPNS selesai........
6.Jika ada kendala dalam regestrasi anda bisa hubungi  saya di 085726732401 semoga bermanfaat...

















Cara Pasang Kotak Komentar Facebook di Blog Blogspot

kotak komentar facebook di blog

Cara memasang kolom atau Kotak Komentar Facebook (Facebook Comment Box) di Blog Blogspot sangat mudah. Kodenya sudah disediakan Facebook.

Ini cara paling mudah menampilkan kolom komentar yang bisa dishare langsung ke Facebook oleh Anda atau pengunjung.

Anda bisa "ambil" kode kotak komentar FB itu di sini: Facebook Developer.

Jika gagal, Anda bisa gunakan kode-kode di bawah ini yang digunakan CONTOHBLOG --namun hanya muncul di halaman posting ini saja, sekadar buat contoh dan bukti sukses :)

Cara Mudah & Cepat Pasang Kotak Komentar Facebook di Blog Blogspot

1. Dashboard --> Template -->Edit HTML
2. Cari (CRTL+F) kode <body> atau yang semisalnya. Soalnya ada juga template yang kode body-nya ity kaya gini <body exp.... bla bla.... > .
3. Copy + Paste kode berikut ini di bawah kode <body> tadi.

<div id='fb-root'/>
<script src='http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1'/>

4.  Copy kode berikut ini dan simpan (Paste) tepat di bawah kode <div class='post-footer-line post-footer-line-3'> atau di bawah kode  <div class='comments' id='comments'>. Jika ada dua kode begitu di template blog Anda, simpan di bawah kode yang kedua.

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<div style='margin-top:20px'>
<div class='fb-comments' data-num-posts='5' data-width='600' expr:data-href='data:blog.url'/>
</div>
</b:if>

Catatan:
  • Angka 600 di atas adalah lebar kotak komentar Facebook. Sesuaikan dengan lebar text area blog Anda.
  • Bisa juga kode tersebut diletakkan di bawah kode yang digunakan untuk Related Posts (<div class='related posts'> ... dst.. sampai kode penutup </div>)
JIKA hanya ingin menampilkan kotak komentar Facebook di halaman tertentu, seperti yang CB punya yang hanya muncul di posting ini, maka gunakan kode berikut ini (ada tambahan yang warna merah).

      <div class='post-footer-line post-footer-line-3'>
<b:if cond='data:blog.url == "http://contohblognih.blogspot.com/2014/02/cara-pasang-kotak-komentar-facebook-di.html"'>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<div style='margin-top:20px'>
<div class='fb-comments' data-num-posts='5' data-width='600' expr:data-href='data:blog.url'/>
</div>
</b:if>
</b:if>

Ganti http://contohblognih.blogspot.com/2014/02/cara-pasang-kotak-komentar-facebook-di.html
dengan permalink atau url posting/page yang akan memunculkan kotak komentar Facebook

6. Save Template!


CARA KEDUA

Jika cara pasang kotak komentar Facebook di atas gagal alias 'gak muncul, maka coba cara "lebih rumit" berikut ini:

LANGKAH PERTAMA
1. Login ke akun Facebook Anda
2. Buat dulu ID Aplikasinya di Facebook App.
3. Klik “Create New App”.
4. Ikuti langkah berikutnya dan masukkan alamat blog di “App Domain”.
5. Masukkan juga alamat blog di bagian “Select how your app integrates with Facebook”, klik “Website”, masukkan "full url" seperti http://contohblognih.blogspot.com
6. Klik “Save Changes”.

Catatan:
  • Simpan ID Aplikasi Facebook Anda yang berupa angka --yang muncul setelah tahap "Create New App".
  • Untuk moderasi komentar yang masuk nantinya, buka saja FB Tools Comments

LANGKAH KEDUA
1. Template > Edit HTML
2. Copy & Paste kode berikut ini di bawah kode <head>. 
Ubah YOUR_APPLICATION_ID dengan "kepunyaan" Anda yang sudah didapat di langkah pertama.

<meta property="fb:app_id" content="YOUR_APPLICATION_ID"/>

3. Temukan kode <div class='post-footer-line post-footer-line-2'> dan Copas kode berikut ini di bawahnya:

<b:if cond='data:post.isFirstPost'> <script>(function(d){ var js, id = &#39;facebook-jssdk&#39;; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(&#39;script&#39;); js.id = id; js.async = true; js.src = &quot;//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&quot;; d.getElementsByTagName(&#39;head&#39;)[0].appendChild(js); }(document));</script> </b:if> <a expr:href='data:post.url + &quot;#fb-root&quot;'><fb:comments-count expr:href='data:post.canonicalUrl'/> comments</a>

4. Temukan kode <div class='post-footer-line post-footer-line-3'> dan Copas kode berikut ini di bawahnya:

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'> <div id='fb-root'/> <script>(function(d){ var js, id = &#39;facebook-jssdk&#39;; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(&#39;script&#39;); js.id = id; js.async = true; js.src = &quot;//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&quot;; d.getElementsByTagName(&#39;head&#39;)[0].appendChild(js); }(document));</script> <div style='margin: 20px 0 0 0;'><fb:comments colorscheme='light' expr:href='data:post.canonicalUrl' expr:title='data:post.title' expr:xid='data:post.id' width='600'/></div> </b:if>

* Sesuaikan lebar kotak width='600' dengan lebar main area blog Anda atau biarkan begitu, biasanya lebar singla page blog memang segituan.

5. Save Template! Beres.....!

Kotak Komentar Facebok Ini, Bagus Tidak Buat SEO Blog?

Kotak Komentar Facebook di Blog bisa bagus buat SEO, jika banyak --bahkan kebanyakan-- pengunjung Anda komentar di sana dan di-share ke akun Facebooknya.

Tapi, jika hanya sedikit, bahkan tidak ada sama sekali yang komentar di kotak komentar Facebook itu, maka sebaiknya LEPAS saja, karena hanya memperlambat loading blog Anda dan ini artinya justru mengurangi SEO Blog --Google suka banget blog yang Fast Loading!

Good Luck and Happy Blogging....!

Ayo, gabung dengan Forum Blogger Indonesia untuk saling berbagi, tuker link, dan saling mempromosikan blog!

SUMBER :
http://contohblognih.blogspot.com/2014/02/cara-pasang-kotak-komentar-facebook-di.html

Penerapan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran


Penerapan pendidikan karakter  dilaksanakan dengan menggunakan strategi yang tepat. Strategi yang tepat adalah strategi yang menggunakan pendekatan kontekstual. Alasan penggunaan strategi kontekstual adalah bahwa strategi tersebut dapat mengajak siswa menghubungkan atau mengaitkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata. Dengan dapat mengajak menghubungkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata, berati siswa diharapkan dapat mencari hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan itu, siswa lebih memiliki hasil yang komprehensif tidak hanya pada tataran kognitif (olah pikir), tetapi pada tataran afektif (olah hati, rasa, dan karsa), serta psikomotor (olah raga) (Puskur, 2011 : 8).
Adapun beberapa strategi pembelajaran kontekstual antara lain (a) pembelajaran berbasis masalah, (b) pembelajaran kooperatif, (c) pembelajaran berbasis proyek, (d) pembelajaran pelayanan, dan (e) pembelajaran berbasis kerja. Puskur (2011 : 9) menjelaskan bahwa kelima strategi tersebut dapat memberikan nurturant effect pengembangan karakter siswa, seperti: karakter cerdas, berpikir terbuka, tanggung jawab, rasa ingin tahu.
Pengembangan budaya sekolah dilakukan melalui kegiatan pengembangan diri, yaitu kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan, pengkondisian. Adapun hal-hal tersebut dijelaskan lebih rinci  sebagai berikut :
a. Kegiatan rutin
Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang rutin atau ajeg dilakukan setiap saat. Kegiatan rutin dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan siswa secara terus menerus dan konsisten setiap saat (Puskur, 2011: 8). Beberapa contoh kegiatan rutin antara lain kegiatan upacara hari Senin, upacara besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan, piket kelas, shalat berjamaah, berbaris ketika masuk kelas, berdoa sebelum pelajaran dimulai dan diakhiri, dan mengucapkan salam apabila bertemu guru, tenaga pendidik, dan teman.
b. Kegiatan spontan
Kegiatan spontan dapat juga disebut kegiatan insidental. Kegiatan ini dilakukan secara spontan tanpa perencanaan terlebih dahulu. Contoh kegiatan ini adalah mengumpulkan sumbangan ketika ada teman yang terkena musibah atau sumbangan untuk masyarakat ketika terjadi bencana.
c. Keteladanan
Keteladanan merupakan sikap “menjadi contoh”. Sikap menjadi contoh merupakan perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan dan siswa dalam memberikan contoh melalui tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi siswa lain (Puskur, 2011: 8). Contoh kegiatan ini misalnya guru menjadi contoh pribadi yang bersih, rapi, ramah, dan supel.
d. Pengkondisian
Pengkondisian berkaitan dengan upaya sekolah untuk menata lingkungan fisik maupun nonfisik demi terciptanya suasana mendukung terlaksananya pendidikan karakter. Kegiatan menata lingkungan fisik misalnya adalah mengkondisikan toilet yang bersih, tempat sampah, halaman yang hijau dengan pepohonan, poster kata-kata bijak yang dipajang di lorong sekolah dan di dalam kelas (Puskur, 2011: 8). Sedangkan pengkondisian lingkungan nonfisik misalnya mengelola konflik antar guru supaya tidak menjurus kepada perpecahan, atau bahkan menghilangkan konflik tersebut.
3. Kegiatan ko-kurikuler dan atau kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan ko dan ekstra kurikuler merupakan kegiatan-kegiatan di luar kegiatan pembelajaran. Meskipun di luar kegiatan pembelajaran, guru dapat juga mengintegrasikannya dalam pembelajaran. Kegiatan-kegiatan ini sebenarnya sudah mendukung pelaksanaan pendidikan karakter. Namun demikian tetap diperlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik atau merevitalisasi kegiatan-kegiatan ko dan ekstra kurikuler tersebut agar dapat melaksanakan pendidikan karakter kepada siswa.
4. Kegiatan keseharian di rumah dan di masyarakat
Kegiatan ini merupakan kegiatan penunjang pendidikan karakter yang ada di sekolah. rumah (keluarga) dan masyarakat merupakan partner penting suksesnya pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah. pelaksanaan pendidikan karakter sebaik apapun, kalau tidak didukung oleh lingkungan keluarga dan masyarakat akan sia-sia. Dalam kegiatan ini, sekolah dapat mengupayakan terciptanya keselarasan antara karakter yang dikembangkan di sekolah dengan pembiasaan di rumah dan masyarakat (Puskur, 2011: 8).
Sumber : https://nurwijayantoz.wordpress.com/pendidikan-4/upaya-mendisiplinkan-siswa-melalui-pendidikan-karakter/

Pendidikan dan Perkembangan jaman


Dalam era globalisasi seperti saat ini membuat dunia tanpa batas, kemajuan teknologi informasi telah mengubah semua aspek dalam kehidupan manusia, tak terkecuali dunia pendidikan. Menurut Wikipedia Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainya.
Guru sebagai garda terdepan dalam pendidikan harus tanggap dan aktif dengan perkembangan yang ada. Dalam kenyataan yang ada banyak sekali guru yang buta “IT”. Seperti tidak bisa menggunakan komputer, tidak tau internet dan sebagainya. Alhasil, mereka pun mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan penggunaan iptek ke dalam proses pembelajaran.
Padahal banyak sekali hal positif yang dapat dimanfaatkan guru dari internet apalagi untuk bidang studi yang membutuhkan referensi terbaru mengenai perkembangan terkini seperti sains. Guru juga akan menemukan banyak hal-hal baru mengenai metode pembelajaran, gambar, video, media pembelajaran terbaru yang dapat diterapkan dalam kelas,
Guru sebagai seorang pendidik hendaknya harus terus belajar mengikuti perkembangan teknologi. Sertifikasi yang diberikan pemerintah hendaknya digunakan untuk peningkatan ke profesionalanya yang menyangkut bidangnya sebagai pendidik.Tidak ada kata terlambat dalam belajar , berapapun usianya.Hal ini karena sudah menjadi tuntutan pekerjaan.

Menghadapi perkembangan zaman yang ada proses pembelajaran hendaknya mengedepankan siswa aktif  dan berfikir kreatif. Bahkan tidak hanya dalam bidang pengetahuan saja namun sikap dan ketrampilan pun perlu diolah. Percuma kalau hanya pandai dalam segi pengetahuan tapi tidak memiliki sikap yang baik. Melihat realita yang ada di masyarakat banyak sekali sikap siswa yang menyimpang. Ditambah lagi pengaruh negatif dari lingkungan, TV dan internet. Hal ini menjadi tantangan berat bagi insan pendidikan untuk menghadapi tantangan jaman.




Manfaat Banyak PR (Pekerjaan Rumah)

Banyak yang menilai PR sebagai beban, bahkan merepotkan bagi siswa maupun orang tua, namun jika dilihat dari sisi yang berbeda banyak manfaatnya tatkala seorang anak mendapatkan PR.
 BBC.co.uk menulis bahwa, selain memperdalam ilmu yang dipelajari anak di sekolah, pemberian PR juga ditujukan agar orang tua terlibat aktif dalam proses belajar putra-putrinya. Aktif disini membuat orang tua terlibat dalam belajar anak, sehingga orang tua tahu betul kemampuan sang anak.

Ketika mengerjakan PR di rumah dan anak tidak dapat menjawab soal , anak diharapkan bertanya pada orang tua. Proses bertanya dan menjawab ini menjadi ajang bagi anak dan orang tua untuk berkomunikasi secara intens sehingga orang tua tau betul kesulitan anak. 

Sang anak pun merasa diperhatikan dan dibantu dari kesulitan, hal ini akan menimbulkan kerjasama antar keduanya.Dengan adanya interaksi ini anak akan terbuka tentang kesulitan-kesulitanya disekolah,kejadian yang dialami dan diharapkan orang tua mamapu mendampingi dalam perkembanganya.


APLIKASI GOOGLE YANG DAPAT DIMANFAATKAN DALAM PEMBELAJARAN


Guru yang "Up To Date" pastilah selalu kreatif dalam menciptakan pembelajaran di kelas.Model pembelajaran klasik hendaknya diubah dengan pembelajaran yang menarik. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan aplikasi dari Google. Berikut ini aplikasi yang dapat anda coba:

1.Google Earth. Dengan Google Earth kita dapat menjelajah seluruh penjuru dunia dengan fitur 3D.Hal ini dapat kita manfaatkan dalam pembelajaran IPS ataupun IPA yang berkaitan dengan bumi.Untuk mencoba Google Earth silahkan klik disini.

2.Google Maps. Google Maps memungkinkan siswa untuk belajar peta lebih mendalam, mencari alamat dan melihat keadaan sekitarnya dengan tampilan satelit.Silahkan klik disini untuk mencoba Google Maps.

3.Blogger.Guru dapat memanfaatkan Blogger untuk membuat blog pribadi. Dengan blog tersebut guru dapat memposting berbagai hal yang terkait dengan pembelajaran misalnya materi, latihan soal online, tugas, foto video , karya karya siswa dan lain sebagainya.Silahkan klik disini untuk mencoba Blogger

4.Google Web Search. Mesin pencari Google dapat menjadi media pembelajar yang luar biasa bagi guru dan siswa jika digunakan dengan bijak.Misalnya untuk mencari materi, foto, video lagu dan sebagainya.Klik disini untuk mencoba Google Web Search



5.Gmail.Gmail memungkinkan kita untuk berkirim surat elektronik yang biasa disebut e-mail. Dengan e-mail kita dapat mengirimkan tugas / sebaliknya siswa dapat mengumpulkan tugas dari manapun dan kapanpun . Klik disini untuk mencoba GMail


6.Google News. Dengan aplikasi ini guru dan siswa dapat mencari berita di seluruh dunia tentunya yang berkaitan dengan pembelajaran .Klik disini untuk mencoba Google News